1 Tahun

Sudah lama sekali tidak menulis disini, ditinggal begitu saja dan hampir melupakan halaman yang satu ini, hanya karena rutinitas baru yang dinamakan dengan “kerja” , sungguh luarbiasa ketika memulai kembali menulis, terlepas dari rasa terpaksa “menulis”, lebih kekeinginan bercerita tentang suka duka berada di negeri perantauan. Baca lebih lanjut

Iklan

Kelompok Tempe

Tepat 1 minggu setelah mengikuti diklat di grup 1 Kopasus, banyak cerita menarik selama mengikuti diklat, mulai dari gelar grup tempe, bangun dengan sergapan senjata, pocong yang bisa ngomong “kalian semua kodok!!”malam api unggun yang luar biasa surpirse, plus banyak lagi kejadian-kejadian unik selama diklat.

Cerita tentang pengalaman, mungkin ini jadi pengalaman pertama saia mengikuti diklat di kopasus, lumayan deg degan juga tapi ga lebay lah, deg degan karena yang ospeknya sekarang kopasus kurang lebih begitu, banyak yang bilang kalau di kopasus bakalan dididik keras, disuruh guling-guling, ditampar dan berbagai macam lagi tindak kekerasan, itu kata orang yang ntah itu udah pernah ikut atau mungkin sekedar menakut-nakuti saja, toh pada kenyataannya ga sekali, mungkin bisa dibilang outbound. Baca lebih lanjut

Kerja disela-sela acara Tabuik

hap hap hap…muncul lagi disini diblog ini, setelah sebelumnya menghilang karena harus mengerjakan tugas negara, demi kemaslahatan masyarakat sumbar..*berat mamen* hahaha.,wokeh ga usah panjang-panjang alasannya, ntar ketahuan ngelesnya.,.wakakaka.,.

Akhirnya setelah 5 tahun lebih hidup di Padang baru kali ini bisa lihat langsung even Tabuik yang baru saja selesai dilaksanakan di negerinya uda ajo Kota Pariaman *selama ini kemana aja* itupun perginya secara kebetulan, setelah dosen pembimbing ngajak buat pengerjaan pemasangan antenna n sensor di PLN Kota Pariaman hari minggu *ini salah satu alasan menghilang* tanpa babibu langsung accepted, ya tentu saja kantor PLN yang akan dilakukan pemasangan sensor dan antenna tepat di depan even Tabuik berlangsung. Baca lebih lanjut

Award yang pertama

Baru pertama kalinya saia dapat award begini ” One Lovely Blog Award“, tau taunya pake rantai, berasa seperti penyulam emas atau tukang emas yang sedang bikin kalung yang dilakukan oleh banyak orang tentunya hasil yang didapat dari kalung tersebut berbeda-beda *mana ada yang seperti itu* haha, hmm….nggak tau juga apa masih berlaku ini award berantainya, karna dapat pesanannya 4 hari yang lalu, tapi baru kali ini dapat direalisasikan, maklumlah euforia lulus tidak mungkin berlarut-larut harus mendaftarkan diri untuk mengikuti ceremonial para pengangguran, *miris banget* wahahaha Baca lebih lanjut

Diakhiri oleh Idul Adha 1433H

Hap Hap muncul lagi setelah sekian lama menghilang (masih sering komen nulisnya aja jarang) dikarenakan sesuatu hal yang urgent sekali, klo boleh dibilang sih demi masa depan 😀

 Idul Adha kali ini tidak jauh beda dengan idul adha tahun kemaren, hanya saja posisinya berkebalikan satu sama lain, klo tahun kemaren sholat iednya di kampung halaman lalu berangkat ke padang, kali ini sholat iednya di padang lalu berangkat ke bukittinggi. Sama-sama kesibukan yang berbau seminar/sidang. Lha kan bisa pulang sehabis seminar? jawabannya adalah g dapat tiket bus buat pulang haha. akhirnya balik lagi ke kost dan menuggu hingga besoknya sehabis sholat ied, kecewa? pasti, tapi tertutupi dengan segala kesibukan, kepanikan dan apalah namanya sebelum batalnya pulang.

Pagi hari di H-1 idul adha menjadi hari paling penting alias super penting, rela menahan lapar (klopun lapar tetap aja g sanggup buat makan), takut gagal, persiapan belum matang, reviewer ada 4 orang, belum lagi sehari sebelum sidang ada yang gagal, campur aduklah rasanya, itulah efek yang saia nikmati menjelang sidang / seminar Tugas Akhir, ketika sidang dimulai tak boleh lagi ada kata takut gagal, n rasa gundah yang tidak jelas merasuki pikiran yang ada adalah bagaimana bisa bertahan mirip ama lagunya peterpan “apapun yang terjadi terjadilah yang saia tahu Tuhan Penyayang Umatnya”, well selama sidang pastinya menjadi ajang pembantaian, salah-salah dalam pengucapan / pembelaan berbagai pertanyaan bakalan menteror dan menjadi pisau yang sangat tajam yang siap menyayat-nyayat kata “lulus” yang ada didalam surat keputusan sidang, dan bakalan bikin sakit hati sama reviewer, tapi ketika ketua sidang menyatakan hasil keputusan sidang dengan kata lulus, pastinya g bakalan tau gimana cara menyampaikannya yang ada malah cengengesan, senyum-senyum, dan lain-lain ditulispun takutnya tidak bisa mewakili hahaha apalagi nikmatnya setelah sidang itu ditutup dengan sholat idul adha 1433H, nikmat yang luarbiasa hebat walaupun tidak melaksanakan ibadah sholatnya di kampung halaman.

Photo: Akhirnya…..

sebenarnya udah lama mau hunting ini gambar, dari SMP malah, namun baru bisa sekarang huntingnya, itupun ambilnya pas jalan pulang dari even “Parang Kamang” , maklumlah waktu SMP belum punya kamera dan hanya kagum bisa liat arsitektur rumahnya, lokasinya juga strategis, adem klo liat ni rumah *ini rumah sypa?*

Canon EOS 1000D

f/13, 1/320, 28mm, ISO-200

thx to: Benny Hidayat, ST